
Selasa, 30 Desember 2008
SATE BÈBÈK

Minggu, 14 Desember 2008
KEBAKARAN

Kamis, 11 Desember 2008
DONOR
Kamis, 20 November 2008
PAK POS

Sementara saat ini sedang digalakkan program langit biru dalam rangka pengendalian pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh polusi asap kendaraan bermotor, sehingga hal ini menjadi sangat kontras dan tidak mendukung kepada program langit biru yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Minggu, 16 November 2008
WIJAYA KUSUMA

Selasa, 21 Oktober 2008
NOMOR PILIHAN

Mudah-mudahan komennya Eyang Bethoro tidak berbunyi : Ketheklek nang krikilan,
Jumat, 17 Oktober 2008
KHOLIK
Anak nya berkacamata tebal, usianya lebih kurang 12 tahun dan masih duduk dikelas
Mudah-mudahan begitu….. kasihan dia…….
Selasa, 07 Oktober 2008
PASCA LEBARAN

Minggu, 28 September 2008
UANG

Dibalik semua itu sering kita melihat nasib lembaran uang rupiah yang disia-siakan, lihat saja pada gambar disamping ini, uang sebagai alat pembayaran yang sah “dikuwel-kuwel”
Kamis, 18 September 2008
NGANTRI

Itulah gambaran yang kita lihat dewasa ini, karena ketidak disiplinan masyarakat, budaya ngantri cuma sebatas slogan. Fenomena apa gerangan yang membuat masyarakat kita menjadi bringas, tidak tertib, mudah emosi, tega berbuat anarkhis dan rasa perikemanusiaannya menipis. Konon katanya sebagai 'orang timur' punya adat istiadat, ramah, santun dan lembah manah. Nyatanya?
Mungkinkah ini sebagai dampak dihapuskannya bidang studi : Civic/ kewarganegaraan, budi pekerti dan etika dari curiculum sekolah?
Kumpulan foto disebelah ini (klik saja) saya ambil dari beberapa blogg anda, ngantri minyak/ BBM, ngantri BLT, ngantri kemacetan lalu-lintas, ngantri tiket mau pulang mudik dsb.
Bagaimana perasaan anda melihat kumpulan foto "ngantri" disebelah ini? Ngenes?
Minggu, 14 September 2008
OJEG

Rabu, 03 September 2008
MOBIL ANTIK

Seneng aja kalo lihat barang antik, apalagi mobil antik seperti gambar tersebut diatas, gambar ini saya ambil pada hari Jum’at 29 Agustus 2008 dilapangan parkir Kantor Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, siapa pemiliknya saya belum tau, informasi yang saya dapat mobil antik ini milik seorang pengusaha perfilman yang sedang menjajaki untuk membuat film layar lebar dengan judul “SI JAGO MERAH”
Coba tebak! mobil antik merk apa dan buatan tahun berapa? Plat nomor kendaraan AB dari daerah mana ya?
Jumat, 29 Agustus 2008
PUTU

Tanpa terasa kini aku sudah menjadi seorang kakèk, cucu pertamaku seorang perempuan yang kini berusia 15 bulan, anaknya hitam manis tapi cantik, sedang lucu-lucunya dan ngangeni. Nama panggilannya Abel, nama lengkapnya panjang banget sampe susah diapalin, mudah-mudahan nggak keberatan jeneng. Ucapan kata-katanya baru sepotong-sepotong, tetapi sudah bisa panggil ayah, embah dan mamah. Sering niru apa saja yang dilihat, lihat orang dandan ikutan pakai bedak, pakai alat-alat make up layaknya anak gadis, asal dengar musik pantatnya goyang-goyang, wah pokoké lucu banget.
Eyang bethoro kepingin tuh…..
Rabu, 27 Agustus 2008
NGLANGI

Sewaktu aku masih remaja kebiasaan adus kali menjadi kesukaanku, apalagi kalo udara lagi panas sebentar-sebentar maunya nyebur kekali, bersama teman-teman adus kali bisa dijalani sampai berjam-jam, mata sampai memerah, telapak tangan keriput karena kedinginan, digigit lintahpun kadang tak terasa. Kalo kedua tanda ini belum hilang biasanya belum berani pulang kerumah, karena bakal ketahuan dan disenèni sama simbok dan bapak.
Sebentar lagi bakalan ada banjir bandang dimana-mana lho…..
Senin, 25 Agustus 2008
IBUKOTA LEBIH KEJAM DARI IBU TIRI

Sandang, pangan dan papan merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia, untuk mendapatkan makan setiap hari saja demikian sulitnya, apalagi untuk memiliki papan yang layak sebagai tempat tinggal. Seperti yang terlihat pada sebuah foto diatas adalah seorang tuna wisma tertidur dengan lelapnya disebuah gubuk, foto tersebut diambil dikawasan Monumen Nasional (Monas) pada tanggal 25 Agustus 2008 jam 14.30. Padahal kawasan ini sangat dekat dengan Istana Presiden, Istana Wapres, persisnya didepan Balai Kota dimana Gubernur DKI Jakarta berkantor.
Kamis, 21 Agustus 2008
BEREBUT JUDUL

Foto kenangan diatas diambil pada tanggal 19 Agustus 2008 pada saat acara refresing keluarga menginap di salah satu bungalow dikawasan Puncak, Bogor. Saya bingung mau ngasih judul fotonya, awalnya saya mau kasih judul "Bersama Besan" tetapi besan saya menyarankan kasih judul "Penunggu Pohon" saja, saya meng iyakan dan memaklumi karena besan sedikit punya kemampuan supranatural.
Saat itu udara pagi masih terasa dingin sekali untuk ukuran orang Jakarta, kami berdua baru saja jalan-jalan berolah raga disekitar bungalow, sambil istirahat menikmati kopi panas yang disiapkan oleh istri saya (bukan kopi pahit layaknya kopi mbah dukun ya..) anak saya sengaja menjepret momen ini untuk kenang-kenangan.
Judul apa yang pas untuk foto tersebut : Mbah Dukun, Penunggu Pohon, Bersama Besan, Kakek Gaul atau Pak Uban? Trim Komentarnya.........
Sabtu, 16 Agustus 2008
WARNET "MS"


Saya nekad mencoba membuka usaha warnet dengan nama “Warnet MS”, dengan modal yang pas pasan, saya metutup sebagian garasi untuk ruang usaha, secara kebetulan lokasi rumah dan warnet saya dekat dengan komplek sekolahan SD, SMP dan SMA. Sehingga usaha ini menjadi berkat bagi saya dan keluarga.
Puji syukur dengan usaha ini saya dapat menikmati masa pensiun saya dengan suasana rilek dan santai, Dengan “ngeblog” saya dipertemukan dengan sahabat lama maupun sahabat baru walau hanya dalam dunia maya. Terima kasih kepada “kontjo kenthel” yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, kontjo kenthel inilah yang telah memberi motivasi dan semangat hidup melalui posting komentar mereka.
Ayo kawan! Coba tebak "MS" kepanjangan apa?
Rabu, 13 Agustus 2008
AMBULANCE ANEH
Setahun yang lalu kawan saya meninggal dunia karena serangan jantung, padahal jauh sebelum beliau wafat dokter sudah menyarankan agar berhenti merokok dan tidak minum kopi, tetapi beliau nekad tenan, pantangan tadi tetap dilanggar karena kedua-duanya adalah hoby berat beliau. Saya hanya bisa mendoakan agar almarhum diampuni dosa dan kesalahannya dan semoga diterima disisi Nya.
Jumat, 08 Agustus 2008
DELMAN

Dengan kemajuan tehnologi khususnya disektor otomotif, kendaraan tradisional ini makin tersingkir, bahkan dikhawatirkan punah. Di Jakarta khususnya dikawasan Taman Monumen Nasional sebelum Walikota Jakarta Pusat dijabat oleh Ibu Silviana Murni delman masih diperbolehkan untuk beroperasi. Dengan kebijakan Walikota baru kendaraan ini dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan
Sampai kapan delman bisa bertahan? Apakah cucu-cucu kita nanti masih bisa melihat delman?
Selasa, 29 Juli 2008
JALAN PINTAS
Jalan pintas adalah salah satu cara seseorang dalam mengambil keputusan tanpa memperhitungkan resiko apa yang akan terjadi. Jatuh bangun kehidupan seorang anak manusia dalam mengarungi romantika hidup ini menjadi contoh dalam pengambilan sebuah keputusan.
Akhirnya calon majikan sadar, semua jalan yang sudah ditempuh adalah keliru, dengan bekal ketrampilan sebagai tukang kayu dan tukang batu ia menekuni profesinya, alhasil sekarang sang majikan dapat menjalani kehidupannya dengan sukacita dan damai. Alhamdulillah………
Kamis, 24 Juli 2008
ADUS KALI
Beruntung saya bisa diterima menjadi anggota pemadam karena tidak budeg, kosok baliné setelah menjadi anggota pemadam malah rodo budeg, akibat seringnya mendengar bunyi sirine mobil pemadam kebakaran yang memekakkan telinga. Kalau nelpon saya nggak nyambung karena rodo budeg.......
Jumat, 18 Juli 2008
IWAK

Rabu, 16 Juli 2008
“Cèpèt”
Percaya nggak percaya “Cèpèt” yang satu ini sudah dilupakan oleh banyak orang, padahal dahulu sewaktu saya masih kanak-kanak makluk ini sering muncul pada saat magrib dan menjelma sebagai seorang teman atau saudara yang biasanya mengajak bermain kesuatu tempat yang menyesatkan.
Sungguh terjadi ditahun enam puluhan, adik kelas saya yang berinisial PD pernah hilang semalaman disesatkan oleh “Cèpèt”, sampai-sampai orang sekampungku menyebut dia sebagai turahan cèpèt. Tepatnya didukuh Ngentak desa Wingkomulyo, PD menghilang pada saat magrib, sudah barang tentu orang tua dan keluarganya berusaha mencari dan menanyai teman-teman sebayanya. Setelah dicari wira wiri tidak diketemukan, kedua orang tuanya menjadi panik. PD bukanlah orang pertama yang pernah digondol Cèpèt, sehingga orang tua dan saudara-saudaranya berkeyakinan PD dibawa makluk halus bernama “Cèpèt” yang dikenal juga sebagai Wèwè.
Dengan lampu oncor dan berbekal tabuhan yang terdiri dari tampah dan botol, dibunyikan dengan irama ‘bleg bleg ting’ yang ditabuh berulang-ulang, mereka mencari PD sampai keseluruh penjuru kampung. Menjelang dini hari terdengarlah suara tangis PD diatas sebuah pohon bibis (semacam beringin) dipinggir sebuah sungai. Secara wajar tidak mungkin anak sebesar PD bisa memanjat pohon bibis sebesar dua rentangan tangan orang dewasa yang ada ditepi sungai, akhirnya dengan susah payah menggunakan sebuah tangga bambu panjang PD dapat diturunkan dari pohon bibis.
Sudah menjadi ceritera klasik setiap anak yang digondol Cèpèt ceritera awalnya diajak seorang teman kesuatu tempat yang nyaman, makan enak lauknya bakmi nyemek, pada kenyataanya yang ia makan bukan nasi dan bakmi, tetapi kotoran kerbau bercampur cacing.
PD yang sebelumnya dikenal sebagai anak yang periang, setelah menjadi turahan cèpèt. berubah menjadi anak yang sangat pendiam. PD saat ini dalam keadaan sehat wal afiat dan bertempat tinggal di Bekasi, Jawa Barat.
Yang menjadi pertanyaan mengapa setelah tahun delapan puluhan sampai sekarang sudah tidak pernah lagi terdengar yang namanya “Cèpèt” atau Wèwè termasuk Lelepah dsb. Malah yang sering kita dengar sekarang adalah kesurupan masal dilokasi pabrik dan sekolahan.
Mungkinkah karena ada pemburu hantu sehingga ganti lakon?
Senin, 14 Juli 2008
PASIEN SONTOLOYO
Terlalu sering kejadian, suami ber-slendro-pelog (bini dua) ketahuan saat berada di rumah sakit. Entah ketika sedang sakit, ataukah malah sudah dilurupi (diselimuti) kain hingga menutup wajahnya alias mati. Di tempat ini semua lalu menjadi jelas, siapakah sesungguhnya suami itu. Yang katanya alim, sayang keluarga, tapi ternyata bajingan tengik yang suka main selintutan soal wanita. Yang katanya bapak idaman keluarga, ternyata demennya daun muda!
Ketika itu Daroji memang tengah dirawat RS Gondokesuman,
Antara dua jam setelah kecelakaan, istri yang diberi tahu polisi segera datang ke rumahsakit dengan segala perlengkapan logistik. Tapi begitu Riyanti masuk, yaitu tadi; menyaksikan pemandangan yang bikin sepet mata (tak enak dilihat). Masak istri bukan, famili juga tidak, kok dibuat target “ingin mati di pangkuannya” segala. Karena itulah, saking emosinya Riyanti, dia pun langsung mengumpat: “Sontoloyo! Tergeletak di rumahsakit kok sempat-sempatnya selingkuh segala….!” Kata Riyanti meluncur begitu saja. Tapi sebetulnya dia menyesal, kenapa mengucapkan kata “sontoloyo” yang sudah “dipatentkan” Kepala BIN Syamsir Siregar.
Horotoyoh! Daroji dan perempuan yang disebut “kah” tadi jadi belingsatan. Sementara si perempuan minggir ke pojok zal, Daroji malah bangkit dari ranjang perawatan. Sepertinya dia punya ajian Pancasona saja, begitu terkena seprei ranjang langsung sembuh. Buktinya, dengan kekuatan penuh dia menghampiri istri dan kemudian, plak plak plak, tinjunya melayang beberapa kali. Botol kosong pun dilemparkan ke mulut Riyanti hingga sebuah giginya rontok karenanya.
Emosi Daroji memang tak terkendali. Kenapa begitu? Dia sangat marah karena istrinya datang tanpa memberi tahu. Dan karena sikap slonong girl-nya tersebut, ulah dia saat “bermesraan” dengan wanita PIL-nya jadi kepergok. Dan itulah Daroji, sikap sok kuasanya kemudian ditunjukkan. Tak peduli sedang menjalani rawat inap, Riyanti istrinya yang dianggap menganggu kesenangannya tersebut langsung dihajar, bletak bletak bletak!
Untung saja pasien sebelahnya segera memencet bel, jururawat dan satpam RS datang menolong. Riyanti istri yang
Istri dirawat, Daroji ditahan. Lha perempuan yang disebut “kah” itu ke mana? (KR/Gunarso TS)
(Cerita ini diambil dari Harian Pos Kota tanggal 3 Juli 2008 dalam rubrik "Nah Ini Dia" )
Selasa, 08 Juli 2008
PANTAI JATIMALANG
Setiap sawah yang saya lewati terlihat padi mulai menguning sebagai tanda sebentar lagi akan panen raya pada musim kemarau. Beberapa desa sudah mulai panen padi dan seperti biasanya penjual “dawet” menjajakan dagangannya dengan cara “ngurup” yaitu barter dengan padi.
Sampai tahun tujuh puluhan panen padi masih menggunakan ani-ani, sekarang ani-ani sudah ditinggalkan petani, mereka memanen padi dengan cara memotong batang padi sampai pangkalnya dan bulir padi langsung dirontokkan dengan alat “serit” yaitu alat dengan bentuk silinder yang ditancapi paku dan diputar dengan rantai dan gir sepeda, alat yang sangat sederhana tetapi cukup membantu para petani untuk memanen padi.
Sebetulnya saya tidak ada rencana untuk pergi kepantai, tiba-tiba saya teringat pantai Jatimalang yang pernah saya lihat di Blog Forum Purworejo, saya penasaran seperti apa pantai Jatimalang, tanpa ada papan petunjuk arah yang jelas akhirnya saya sampai juga setelah beberapa kali bertanya. Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau sebesar Rp. 1.000,- per orang dan tiket pakir kendaraan roda empat sebesar Rp. 3.000,-
Hari itu hari minggu dan ternyata lumayan banyak orang datang kesana untuk rekreasi yang kebetulan merupakan hari libur panjang bagi anak sekolah. Siang itu banyak perahu nelayan “mendarat” tetapi tidak tampak ada ikan dijual disana. Panasnya hamparan pasir laut terasa sekali. Tidak usah khawatir haus dan lapar karena banyak penjual makanan dan minunam bahkan rumah makan yang menyediakan masakan ikan bakarpun ada.
Sangat disayangkan pantai yang indah ini tidak dikelola secara baik, kalau Pemda Purworejo mau mengelola dan promosi wisata pantai ini, saya yakin tempat ini menjadi tempat tujuan wisata pantai yang menarik dan dapat memberi PAD bagi Pemda Purworejo.
Sabtu, 28 Juni 2008
NEKAD
Pengalaman “njajah deso milang kori”, artinya pengalaman bagi yang suka avonturir blusak blusuk kemana mana, kadang nekad menelusuri jalan yang belum pernah dilalui walau akhirnya harus nanya
Selamat mencoba “uji nyali”………
Kamis, 26 Juni 2008
KAMBUH

Yang saya maksud kambuh disini adalah mengulangi kebiasaan yang sungguh sulit diakhiri yaitu kebiasaan merokok. Saya punya ceritera kambuh setelah lebih dari empat tahun meninggalkan kebiasaan ini. Begini ceriteranya : Waktu itu terjadi kebakaran besar yang melalap sebuah gudang kayu di komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hampir 24 jam baru bisa dipadamkan.
Saya dengan menggunakan unit motor pompa portable bertugas untuk mencari sumber air yang kebetulan lokasi sumber air ada dipinggir laut. Karena jarak dari sumber air ke TKP cukup jauh, pemadaman dilakukan dengan sistim statis, artinya mobil pemadam kebakaran tidak perlu mondar mandir “ngangsu” ambil air untuk memadamkan kebakaran, dengan estafet dari sumber air langsung dipancarkan ke TKP untuk memadamkan kebakaran.
Jatah “Rumput” (sandi Pemadam Kebakaran DKI untuk makanan dan minuman) untuk anggota di sumber air terbatas, namun jatah rokok melimpah, entah dari mana mereka mendapatkan rokok. Inilah awal dari kambuh, mula-mula iseng cukup dengan mencium, selanjutnya mengecup beberapa kali dan rasa manis mulai menggoda, akhirnya benar-benar tergoda untuk mencoba, walau awalnya terasa agak pahit dan akhirnya saya kambuh merokok lagi karena tidak tahan uji sampai tahun 2004.
Alhamdulillah sejak saat itu saya sudah putus hubungan dengan rokok, bukan karena dilarang oleh dokter (ampun dr. Indro….) tetapi dengan niat bulat dan kesadaran serta perjuangan melawan nafsu akhirnya bisa…..
Senin, 23 Juni 2008
JAKARTA
Hari ini Minggu tanggal 22 Juni 2008 ibukota Jakarta tepat berulang tahun yang ke 481, sudah lebih empat abad usia kota Jakarta, seribu satu permasalahan dan persoalan mewarnai ibukota tercinta ini mulai dari kemacetan lalu lintas, kebanjiran, kebakaran, kekerasan dan maraknya aksi demo yang tiada henti.
Berbagai acara digelar untuk memeriahkan hari ulang tahun baik melalui pentas terbuka, juga Pekan Raya Jakarta yang dulu dikenal sebagai Jakarta Fair atau Pasar Gambir. Media elektronik juga menampilkan seni budaya Betawi yang boleh dikata hampir punah seperti : Lenong, musik Samprah, Tanjidor, Gambang Kromong dan kesenian lainnya. Begitu juga makanan khas tidak ketinggalan ; Kerak telor, Bir pletok dan ongol-ongol.
Kesenian dan makanan khas Betawi dalam keseharian hampir sulit ditemukan, karena apa? Penduduk asli Betawi yang tidak punya keahlian dan kemampuan untuk bertahan hidup diibukota biasanya pindah kedaerah pinggiran ibukota ke Bekasi,
Oh….
Jumat, 20 Juni 2008
Ngaku
Sudah ketangkap tangan masih juga mengelak tidak mau ngaku, apa sih susahnya ngaku? Padahal barang bukti nyata ada, masih harus pakai saksi segala? Itulah penjahat dijaman ini, koruptor pun demikian juga, dengan berbagai dalih dan alasan bersikeras mengelak atas tuduhan. Apalagi ratu suap “Ayin” dengan alasan jual beli permata untuk menghindari tuduhan suap kepada Jaksa UTG.
Rekaman suara dalam pembicaraan telepon juga sudah diputar, masih juga belum ngaku, haruskah dengan cara paksa seperti dislomot pakai tegesan atau dirubungi semut kangkrang supaya mau ngaku? Cara ini pasti dianggap melanggar HAM.
Kita masih ingat akan kasus pembunuhan yang dituduhkan kepada Sengkon dan Karta? Mereka sudah menjalani hukuman penjara beberapa tahun, ternyata ada pihak lain yang ngaku sebagai pembunuhnya, bagaimana nasib wong cilik seperti Sengkon dan Karta? Lain lagi bagi narapidana berduit, menurut khabar bisa memilih “hotel prodeo berbintang” bahkan bisa berkuliah didalam penjara ujar Ketua Persatuan Narapidana Indonesia Rahardi Ramelan yang mantan Ka Bulog.
Bagi anggota dewan yang berselingkuhpun tetap mengelak, padahal foto syuurnya sudah beredar kemana-mana, masih belum mau ngaku juga. Mulut boleh mengelak tidak mau ngaku tetapi hati nurani akan selalu berkata untuk jujur ngaku.
Ngaku sajalah! Berani berbuat berani menanggung akibat. Dihadapan Allah jangan coba-coba mungkir dan berkilah karena Allah Maha mengetahui. (nanti akan kewelèh)
Selasa, 17 Juni 2008
Ketulah

Ternyata saya saat ini mengalami hal seperti itu, pinggang saya terkilir karena memaksakan mengambil sesuatu persis seperti yang diperankan Mas Timbul. Benar yang dikatakan Mas Indro, balung tuwek gampang coklek, "keteklek nang krikilan wis tuwek jok petakilan"
Sudah hampir seminggu ini saya berjalan seperti robot, saya masih sombong belum mau pergi ke dokter, padahal sakitnya minta ampun. Benar-benar aku "ketulah" barangkali kuwalat sama Mas Timbul.
Ampun Pak Dokter......
Selasa, 10 Juni 2008
Batu Empedu
Setelah diperiksa secara teliti ternyata ada batu di empedu, sehingga cairan empedu tidak dapat mengalir ke pankreas, akibatnya darah keracunan, mata, kulit dan kuku berwarna kuning dan seluruh badan gatal-gatal. Dokter yang merawat menyarankan untuk dipasang semacam ring disaluran empedu agar cairan dapat mengalir dengan lancar, biaya pemasangan ring tersebut lebih 10 juta. Saya dan keluarga sepakat untuk menerima dengan harapan masalah empedunya dapat teratasi. Namun setelah dilakukan tindakan pemasangan ring gagal dan dokter memberikan keputusan untuk mengangkat empedunya.
Akhirnya empedu diangkat dan ditunjukkan kepada keluarga. Kata dokter :"nih empedunya sudah saya ambil, lihat batunya" ternyata setelah empedu dibelah didepan mata keluarga, astaga... kosong tidak ada batu sama sekali, Dokter berkata lagi : nih cuma dalam bentuk pasir, sambil mengorek-ngorek cairan yang keluar dari dalam empedu. Dokter juga berkata bahwa di pankreasnya ada benjolan, istri saya nyeletuk : apa nggak bisa diangkat sekalian Dok? Dokter nenjawab : "Kalo diangkat pasien mati" Saya langsung marah dan tidak dapat mengendalikan emosi. "Ketupat bengkulu" hampir mendarat diwajah dokter untungnya ada adik saya yang melerai.
Setelah selesai operasi, masuk ruangan ICU selama tiga hari, adik saya merasakan penderitaan yang amat sangat pada perut bagian kanan. Saya minta dipanggilkan dokter yang mengoperasi, akhirnya dokter datang juga, masih dengan sombongnya dokter berkilah : Yang saya operasi kan perut bagian kiri, kalau bagian kanan yang sakit nggak ada hubungannya, "anggap saja dipijit bidadari" kata dokter. Kembali saya naik pitam tapi gagal lagi karena dihalang-halangi adik ipar saya.
Akhirnya saya hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi dan benar apa yang menjadi firasat saya, adik saya tidak tertolong dan kembali kepangkuan Nya. Sambil meninggalkan rumah sakit yang judulnya "Rumah Sakit International" saya bersumpah serapah : sampai anak cucuku jangan sampai berobat dan dirawat dirumah sakit ini. Total biaya 64 Juta termasuk sprey bekas untuk menutupi jenazah dihargai 150 ribu (tidak termasuk biaya ambulan)
Minggu tanggal 8 Juni 2008 dini hari suami dari kakak sepupu juga telah dipanggil Tuhan, setelah dirawat lebih dari satu bulan di RS Dr. Cipto Mangunkusumo, akibat menderita penyakit yang sama seperti adik saya, hanya belum sempat empedunya diangkat karena kondisi fisik sangat lemah.
Mohon dukungan doa bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga sabar menerima cobaan. Amin......