Jumat, 08 Agustus 2008

DELMAN

Dengan kemajuan tehnologi khususnya disektor otomotif, kendaraan tradisional ini makin tersingkir, bahkan dikhawatirkan punah. Di Jakarta khususnya dikawasan Taman Monumen Nasional sebelum Walikota Jakarta Pusat dijabat oleh Ibu Silviana Murni delman masih diperbolehkan untuk beroperasi. Dengan kebijakan Walikota baru kendaraan ini dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan kota metropolitan, sehingga delman tidak boleh lagi beroperasi dikawasan tersebut .

Begitu juga didaerah dan pedesaan delman sudah mulai digeser oleh Delman Nippon yang tidak perlu menyiapkan rumput. Saya masih teringat saat ujian SR (Sekolah Rakyat) tahun 1963, kebetulan tempat ujian jaraknya cukup jauh dan sudah menjadi tradisi jaman itu setiap ujian SR murid-murid berangkat secara rombongan dengan naik delman, sungguh perjalanan yang mengasyikan dan sulit dilupakan, apalagi kalau kebetulan delmannya bagus dan kudanya bisa berlari kencang dan gagah. Woouw…..

Delman merupakan alat transportasi rakyat yang serbaguna, bisa untuk belanja kepasar , kondangan, rekreasi ke pantai pada hari Raya Idul Fitri, bahkan untuk ngiring manten ke KUA ditingkat kecamatan.

Sampai kapan delman bisa bertahan? Apakah cucu-cucu kita nanti masih bisa melihat delman?


9 komentar:

Anonim mengatakan...

waktu terakhir liburan ke yogya, naik delman sampai di keraton yogya, wuiii .. rasanya lain daripada yg lain

kalau becak khan masih banyak ya mbah ?

Mbah Suro mengatakan...

Jakarta sejak 1974 sudah bebas becak, Jogya & Purworejo masih banyak becak, becaknya kelewat tinggi, saat penumpang mau naik/ turun roda belakangnya diangkat. Lucu ya....

Indro Saswanto mengatakan...

Kalau kudanya ngbe'BOM' ... asyiiik mbaaaaah.

Mbah Suro mengatakan...

Jaman sekarang serba deodorant, wanginya sintetis. "BOM" kuda sudah biasa baunya tak terasa, dulu kalo ada montor lewat, anak-anak nututi sambil mencium bau knalpot katanya :ambune eunaak bangeet, padahal itu polusi, mbiyen goblok banget ya, nganti ingah-ingih....

Anonim mengatakan...

iya ya mbah penumpang becak bener2 seperti raja, tapi kalau aku liburan ke kampung halaman, sering ndat tega naik becak, jadi ya biasanya lebih sering ngepit ke mana2

silahkan mbah, blog njenengan juga tak link ya, matur nuwun

paromo suko mengatakan...

kalo anak dulu ngambu kenalpot,
barangkali suatu saat nanti
anak-anak akan ngambu bokong jaran
karena baunya dianggap eksotik

Mbah Suro mengatakan...

Suwe ra jamu, kemana saja Mas? Golek bokong eh.. golek wangsit maksudku?

paromo suko mengatakan...

medal pados lawuh, mbah

Unknown mengatakan...

saya atas nama BPK. SAMSUL dari MADURA ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH KARYO,kalau bukan karna bantuannya munkin sekaran saya sudah terlantar dan tidak pernaah terpikirkan oleh saya kalau saya sdh bisa sesukses ini dan saya tdk menyanka klau MBAH KARYO bisa sehebat ini menembuskan semua no,,jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KARYO no ini 082301536999 saya yakin anda tdk akan pernah menyesal klau sudah berhubungan dgn MBAH KARYO dan jgn percaya klau ada yg menggunakan pesan ini klau bukan nama BPK. SAMSUL dan bukan nama MBAH KARYO krna itu cuma palsu.m