Jumat, 01 Januari 2010
DIMANA TUTUP BAHAN BAKAR MOBIL ANDA?
Mau masuk pompa bensin anda bingung tutup bensin mobil ada dikiri atau dikanan?
Apalagi baru ganti mobil atau mobil pinjaman???
Saya sudah nyetir hampir 40 tahun lamanya, saya pikir saya mengetahui semua hal detail yang ada pada dashboard mobil, sampai pada hari ini dimana saya baru mengetahui rahasia kecil disana, saya berani tebak anda pasti juga belum mengetahuinya.
Pernahkah anda menyewa, meminjam atau sekedar gantian nyetir pake mobil temen dan pada saat mau isi bensin...hmmm. .. dimana tutup tanki nya ya?
Yang saya biasa lakukan adalah membuka jendela, nongolin kepala keluar dan liat langsung, atau kalau ada tuas otomatis saya buka dulu, lalu lihat di spion mana tutup tanki sebelah mana yg terbuka, itupun kalo tutupnya dibagian kiri atau kanan, kalo tutupnya dibagian belakang bagaimana?
Well saudara-saudara sekalian, saya akan berbagi rahasia kecil jadi anda tidak perlu lagi melongok2 keluar jendela hanya untuk melihat dimana tutup tanki bensin anda, selain malu juga jadi ketahuan sama orang kalo itu mobil pinjeman hehehee...
Jika anda melihat ke indikator bensin yang ada di dasbor, anda akan melihat gambar pompa bensin kecil, betul? lihat aja pegangan dan selang bensinnya, ada di kiri atau dikanan?
Itu menunjukkan tutup tanki bensinnya... jika tanki bensin di kiri, gambar handlenya di kiri, begitupun sebaliknya.. .. penasaran? baru tau?
Selamat mencoba!!!!!
Minggu, 01 November 2009
PENSIUNAN LEBIH SEHAT FISIK & MENTAL DENGAN TERUS BEKERJA
Pepatah lawas 'bekerjalah untuk hidup' relevan sekali dengan hasil penemuan yang dilakukan para peneliti. Bekerja bukan semata untuk mendapatkan materi tapi juga bagus buat kesehatan. Orang yang sudah pensiun pun disarankan tidak hanya mengisi hidupnya dengan leha-leha tapi juga tetap bekerja sesuai dengan kemampuan dan kondisinya.
Penelitian yang dilakukan ahli psikologi Dr Mo Wang dari University of Maryland AS, menemukan orang-orang yang tetap bekerja setelah pensiun ternyata memiliki fisik dan mental yang lebih sehat ketimbang para pensiunan yang sama sekali berhenti kerja.
Temuan ini menunjukkan bahwa orang yang akan pensiun sebaiknya mempertimbangkan pekerjaan apa yang akan dilakukan, dalam istilah yang dinamakan 'jembatan kerja', sebagai masa transisi ketika memasuki masa penuh pensiun.
Apakah ini berarti sepanjang hidupnya orang harus bekerja? Tentu saja tidak, tapi tidak mengerjakan apa-apa setelah masa pensiun menurut Wang justru tidak baik untuk mental karena lebih gampang stres dan fisik menjadi tidak banyak bergerak.
Wang menyarankan sebaiknya para pensiunan mengambil pekerjaan paruh waktu atau tetaplah menjadi pribadi yang aktif dan berkarya sesuai kemampuan jika ingin mandiri atau tidak ingin lagi bekerja dengan orang lain.
"Pada dasarnya jika seseorang berada dalam kondisi bekerja paruh waktu atau bekerja mandiri setelah pensiun terbukti lebih sehat mental dan fisiknya," kata Wang seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (24/10/2009).
Dalam penelitiannya, Wang dan rekan-rekan menggunakan data lebih dari 12.000 orang yang penelitiannya dimulai sejak tahun 1992. Partisipan adalah mereka yang berusia antara 51-61 tahun yang kondisinya disurvei setiap 2 tahun selama periode 6 tahun.
Hasilnya, para pensiunan yang masih tetap bekerja lebih sedikit terkena peyakit tekanan darah tinggi, jantung, diabetes dan rematik dibandingkan mereka yang memutuskan untuk pensiun penuh dengan tidak mau lagi bekerja. Temuan tersebut telah dilaporkan dalam Journal of Occupational Health Psychology.
Namun dia juga mengingatkan para pensiunan yang ingin bekerja lagi harus siap dengan posisi pekerjaan yang asing atau perubahan
Yang tua saja disarankan untuk terus bekerja, kenapa yang muda malah bermalas-malasan? Menurut Wang apa pun bisa dikerjakan. (Sumber : Detik Health)
Selasa, 22 September 2009
MALIOBORO
Awal puasa sebagaimana tradisi banyak orang nyekar kemakam orang tua dan keluarga, termasuk saya nyekar kemakam orang tua di Kebumen dan Purworejo.
Menyusuri Jalan. Malioboro sampai didepan Pasar Bringharjo mata saya tertuju sebuah tulisan didepan toko Mirota Batik ada tulisan dipintu masuk toko “ COPET DILARANG MASUK” saya tidak begitu paham dengan tulisan tersebut. Apa maksudnya, apakah tulisan ini sebagai peringatan bagi tukang copet atau peringatan bagi para pengunjung supaya lebih waspada terhadap aksi para pencopet.
Senin, 06 Juli 2009
MENIKMATI MASA PENSIUN
Setelah bekerja selama 33 tahun lebih sebagai abdi negara, akhirnya datang juga masa-masa akhir pengabdian, tepatnya pada awal bulan Maret 2006 saya memasuki masa pensiun. Hari pertama memasuki masa pensiun terasa gamang, karena kebiasaan rutin setiap hari harus berangkat bekerja sambil berkejaran dengan waktu untuk menembus kemacetan lalulintas yang setiap harinya mewarnai kota Jakarta.Ada sebuah pertanyaan klasik bagi mereka yang akan memasuki masa pensiun : Setelah tidak lagi bekerja "mau ngapain" ? Bagi mereka yang jauh-jauh hari mempersiapkan diri tidak ada masalah, tetapi bagi mereka yang tidak ada persiapan, karena terlena bisa menjadi stress berkepanjangan yang pada akhirnya muncul berbagai penyakit.
Karena penghasilan berkurang, penghematan perlu dilakukan, mulai dari pemakaian kendaraan, telepon, listrik mulai dibatasi, kalau perlu merokokpun harus berhenti demi penghematan pengeluaran.
Bagaimana dengan anak-anak yang belum selesai kuliah, atau belum memperoleh sebuah pekerjaan?. ini semua menjadi tambahan persoalan keluarga yang harus dicarikan jalan keluar agar tidak menambah beban biaya hidup.
Bersyukur kepada Tuhan saya sudah masuk tahun ketiga dalam menikmati masa pensiun, anak-anak semua sudah selesai kuliah bahkan sudah bekerja. Puji Tuhan kesehatan saya masih terjaga, masih bisa ber Face Book, nge Blog dan sesekali refreshing keluar kota bersama anak cucu.
Untuk rekan dan sahabat yang masih aktif bekerja jangan sampai terlena, karena tak terasa waktu terus berjalan, persiapkan hari tua sedini mungkin. Mudah-mudahan pengalaman ni menjadi bahan renungan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki masa pensiun. Semoga bermanfaat........
Sabtu, 30 Mei 2009
IKLAN
Dunia iklan boleh dikatakan sudah merambah hampir semua media, baik media cetak, media elektronik dan media lainnya. Iklan memang salah satu sarana untuk memperkenalkan produk maupun jasa, agar dapat menembus dan merebut pasar, sehingga produk dan jasa yang ditawarkan dapat terjual.
Dari iklan rumah, mobil, motor, lowongan pekerjaan, obat-obatan, jamu, pengobatan alternatif, kursus dan sekolah. Tidak ketinggalan sejumlah paranormal juga beriklan, boleh dibilang mau cari barang dan jasa apa saja semua ada dan bisa.
Saya ingin mencermati sebuah iklan sebuah sekolah/ perguruan tinggi seperti yang terlihat pada foto yang saya posting ini, dengan kuliah selama 1 sampai 2 tahun dengan biaya tertentu dijamin dapat memperoleh gelar Sarjana S1. Satu lagi iklan yang menjanjikan wisuda pada bulan Juni 2009 legal S1 sampai S3 dengan biaya yang bisa dicicil.
Kalau saja iklan ini benar, begitu mudahnya seseorang menyandang gelar S1, S2 dan S3.
Bagaimana citra pendidikan ditanah air tercinta ini?
Sabtu, 02 Mei 2009
BALADA UANG SERIBU DAN SERATUS RIBU
Balada kisah uang 1.000 dan 100.000 konon uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang canggih. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. Uang seratus ribu berkata pada uang seribu : Ya, ampuunnnn. .......... dari mana saja kamu kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget, kumal, kotor, lecek dan bau. Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren
Begitulah perjalananku dari hari ke hari, makanya aku bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: Wah, sedih sekali perjalananmu kawan. Berbeda sekali dengan pengalamanku, kalau aku sejak
keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis.
Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu dan aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. Uang seribu terdiam sejenak, dia menarik nafas lega, katanya : Ya. Nasib kita memang berbeda, kamu selalu berada di tempat yang nyaman.
Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga dari pada kamu, Apa itu? Uang seratus ribu penasaran. Aku sering bertemu teman-temanku di kotak amal, kantong persembahan dan kotak perpuluhan digereja. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana.
Artikel ini ditulis oleh seorang sahabat karib Mas Widi, Trims ya Mas....
Kamis, 16 April 2009
KAKI LIMA
Berjualan memang tidak mudah, banyak cara pedagang menjajakan dagangannya, ada yang menjajakan dagangannya dengan berkeliling dari kampung ke kampung sambil menawarkan barang dagangannya, ada juga yang menetap disebuah lokasi dan bagi pedagang yang mampu pastinya punya toko atau kios.
Pedagang pakaian yang satu ini memilih cara yang “nyleneh” dengan menggelar sebagian dagangannya dipinggir jalan dan sebagian digantungkan dengan hanger disebuah pohon cery/ karsen yang cukup tinggi.
Semua ini dengan maksud untuk menarik perhatian banyak pembeli agar dagangannya laku, sehingga dapat memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Padahal tidak jauh dari tempat ini banyak toko besar yang menjual dagangan yang sama, bahkan toko swalayan yang sangat komplit menjual aneka busana dan kebutuhan lainnya.
Persaingan bisnis memang cukup ketat, sehingga bagi pedagang kaki lima ini harus pandai-pandai mencari peluang untuk menarik pembeli, strategi dan cara-cara yang “nyleneh” ini ditempuh untuk memperoleh omzet penjualan, sehingga dapur tetap ngebul. Sungguh Tuhan Maha Adil dan mencintai umatnya, selama kita masih mau berusaha dan berdoa, berkat dan rejeki akan diberikan olehNya.
Gambar ini diambil pada tanggal 19 Maret 2009 disebuah sudut jalan dikota Purworejo, Jawa Tengah. (dekat Pasar Baledono)

