Selasa, 19 Oktober 2010
FB
Mas Paromo, Mas Indro, Pak Ugeng, Pak Pur...... Dos pundi kabare?
Sabtu, 29 Mei 2010
HARI ANTI TEMBAKAU SEDUNIA
Tulisan peringatan itu juga menyertai setiap iklan rokok di televisi, radio, dan media cetak. Iklan rokok pun dilarang menayangkan visualisasi orang merokok dan rokok itu sendiri. Belum lagi sejumlah artikel kesehatan mengenai bahaya rokok. Tapi apa lacur, rokok terlanjur menjadi lambang gagah-gagahan, gaya, gaul, bahkan kejantanan, meski ada juga yang hanya untuk iseng.
Efek racun rokok yang tidak langsung mematikan pemakai membuat banyak perokok masih santai-santai saja menikmati setiap hisapan rokok.
Kapan anda mau berhenti merokok?
Selasa, 02 Maret 2010
HUT BRANDWEER BATAVIA
TANDA PERINGATAN BRANDWEER BATAVIA
1919 – 1929
DIDALAM MASA JANG SOEDA SOEDA
BAHAJA API DJARANG TERTJEGA
HABIS TERBAKAR LANGGAR DAN ROEMA
TIDAK MEMILIH TINGGI DAN RENDA
SEPOELOEH TAHOEN SAMPAI SEKARANG
SEMENDJAK BRANDWEER DATANG MENENTANG
BAHAJA API MOEDAH TERLARANG
MENDJADIKAN KITA BERHATI GIRANG
TANDA GIRANG DAN TERIMA KASSI
KA...MI SEMOEA ORANG BETAWI
MENGHOENDJOEKAN PADA HARI JANG INI
TANDA PERINGETAN BOEKAN SEPERTI
BETAWI 1 MAART 1929
Keterangan :
Foto Prasasti ini sebagai "bukti sejarah" lahirnya Brandweer Batavia yang sekarang menjadi : Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi DKI Jakarta.
1 Maret 2010 adalah HUT DPK & PB Prop DKI Jakarta ke 91. Dirgahayu....... PANTANG PULANG SEBELUM PADAM.
Jumat, 01 Januari 2010
DIMANA TUTUP BAHAN BAKAR MOBIL ANDA?
Mau masuk pompa bensin anda bingung tutup bensin mobil ada dikiri atau dikanan?
Apalagi baru ganti mobil atau mobil pinjaman???
Saya sudah nyetir hampir 40 tahun lamanya, saya pikir saya mengetahui semua hal detail yang ada pada dashboard mobil, sampai pada hari ini dimana saya baru mengetahui rahasia kecil disana, saya berani tebak anda pasti juga belum mengetahuinya.
Pernahkah anda menyewa, meminjam atau sekedar gantian nyetir pake mobil temen dan pada saat mau isi bensin...hmmm. .. dimana tutup tanki nya ya?
Yang saya biasa lakukan adalah membuka jendela, nongolin kepala keluar dan liat langsung, atau kalau ada tuas otomatis saya buka dulu, lalu lihat di spion mana tutup tanki sebelah mana yg terbuka, itupun kalo tutupnya dibagian kiri atau kanan, kalo tutupnya dibagian belakang bagaimana?
Well saudara-saudara sekalian, saya akan berbagi rahasia kecil jadi anda tidak perlu lagi melongok2 keluar jendela hanya untuk melihat dimana tutup tanki bensin anda, selain malu juga jadi ketahuan sama orang kalo itu mobil pinjeman hehehee...
Jika anda melihat ke indikator bensin yang ada di dasbor, anda akan melihat gambar pompa bensin kecil, betul? lihat aja pegangan dan selang bensinnya, ada di kiri atau dikanan?
Itu menunjukkan tutup tanki bensinnya... jika tanki bensin di kiri, gambar handlenya di kiri, begitupun sebaliknya.. .. penasaran? baru tau?
Selamat mencoba!!!!!
Minggu, 01 November 2009
PENSIUNAN LEBIH SEHAT FISIK & MENTAL DENGAN TERUS BEKERJA
Pepatah lawas 'bekerjalah untuk hidup' relevan sekali dengan hasil penemuan yang dilakukan para peneliti. Bekerja bukan semata untuk mendapatkan materi tapi juga bagus buat kesehatan. Orang yang sudah pensiun pun disarankan tidak hanya mengisi hidupnya dengan leha-leha tapi juga tetap bekerja sesuai dengan kemampuan dan kondisinya.
Penelitian yang dilakukan ahli psikologi Dr Mo Wang dari University of Maryland AS, menemukan orang-orang yang tetap bekerja setelah pensiun ternyata memiliki fisik dan mental yang lebih sehat ketimbang para pensiunan yang sama sekali berhenti kerja.
Temuan ini menunjukkan bahwa orang yang akan pensiun sebaiknya mempertimbangkan pekerjaan apa yang akan dilakukan, dalam istilah yang dinamakan 'jembatan kerja', sebagai masa transisi ketika memasuki masa penuh pensiun.
Apakah ini berarti sepanjang hidupnya orang harus bekerja? Tentu saja tidak, tapi tidak mengerjakan apa-apa setelah masa pensiun menurut Wang justru tidak baik untuk mental karena lebih gampang stres dan fisik menjadi tidak banyak bergerak.
Wang menyarankan sebaiknya para pensiunan mengambil pekerjaan paruh waktu atau tetaplah menjadi pribadi yang aktif dan berkarya sesuai kemampuan jika ingin mandiri atau tidak ingin lagi bekerja dengan orang lain.
"Pada dasarnya jika seseorang berada dalam kondisi bekerja paruh waktu atau bekerja mandiri setelah pensiun terbukti lebih sehat mental dan fisiknya," kata Wang seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (24/10/2009).
Dalam penelitiannya, Wang dan rekan-rekan menggunakan data lebih dari 12.000 orang yang penelitiannya dimulai sejak tahun 1992. Partisipan adalah mereka yang berusia antara 51-61 tahun yang kondisinya disurvei setiap 2 tahun selama periode 6 tahun.
Hasilnya, para pensiunan yang masih tetap bekerja lebih sedikit terkena peyakit tekanan darah tinggi, jantung, diabetes dan rematik dibandingkan mereka yang memutuskan untuk pensiun penuh dengan tidak mau lagi bekerja. Temuan tersebut telah dilaporkan dalam Journal of Occupational Health Psychology.
Namun dia juga mengingatkan para pensiunan yang ingin bekerja lagi harus siap dengan posisi pekerjaan yang asing atau perubahan
Yang tua saja disarankan untuk terus bekerja, kenapa yang muda malah bermalas-malasan? Menurut Wang apa pun bisa dikerjakan. (Sumber : Detik Health)
Selasa, 22 September 2009
MALIOBORO
Awal puasa sebagaimana tradisi banyak orang nyekar kemakam orang tua dan keluarga, termasuk saya nyekar kemakam orang tua di Kebumen dan Purworejo.
Menyusuri Jalan. Malioboro sampai didepan Pasar Bringharjo mata saya tertuju sebuah tulisan didepan toko Mirota Batik ada tulisan dipintu masuk toko “ COPET DILARANG MASUK” saya tidak begitu paham dengan tulisan tersebut. Apa maksudnya, apakah tulisan ini sebagai peringatan bagi tukang copet atau peringatan bagi para pengunjung supaya lebih waspada terhadap aksi para pencopet.
Senin, 06 Juli 2009
MENIKMATI MASA PENSIUN
Setelah bekerja selama 33 tahun lebih sebagai abdi negara, akhirnya datang juga masa-masa akhir pengabdian, tepatnya pada awal bulan Maret 2006 saya memasuki masa pensiun. Hari pertama memasuki masa pensiun terasa gamang, karena kebiasaan rutin setiap hari harus berangkat bekerja sambil berkejaran dengan waktu untuk menembus kemacetan lalulintas yang setiap harinya mewarnai kota Jakarta.Ada sebuah pertanyaan klasik bagi mereka yang akan memasuki masa pensiun : Setelah tidak lagi bekerja "mau ngapain" ? Bagi mereka yang jauh-jauh hari mempersiapkan diri tidak ada masalah, tetapi bagi mereka yang tidak ada persiapan, karena terlena bisa menjadi stress berkepanjangan yang pada akhirnya muncul berbagai penyakit.
Karena penghasilan berkurang, penghematan perlu dilakukan, mulai dari pemakaian kendaraan, telepon, listrik mulai dibatasi, kalau perlu merokokpun harus berhenti demi penghematan pengeluaran.
Bagaimana dengan anak-anak yang belum selesai kuliah, atau belum memperoleh sebuah pekerjaan?. ini semua menjadi tambahan persoalan keluarga yang harus dicarikan jalan keluar agar tidak menambah beban biaya hidup.
Bersyukur kepada Tuhan saya sudah masuk tahun ketiga dalam menikmati masa pensiun, anak-anak semua sudah selesai kuliah bahkan sudah bekerja. Puji Tuhan kesehatan saya masih terjaga, masih bisa ber Face Book, nge Blog dan sesekali refreshing keluar kota bersama anak cucu.
Untuk rekan dan sahabat yang masih aktif bekerja jangan sampai terlena, karena tak terasa waktu terus berjalan, persiapkan hari tua sedini mungkin. Mudah-mudahan pengalaman ni menjadi bahan renungan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki masa pensiun. Semoga bermanfaat........

